Serat Asetat
Sejarah
Metode produksinya ditemukan oleh Poul Schutyenberger pada tahun 1869. Asetat juga bisa disebut Selulosa Asetat, yang termasuk dalam keluarga serat selulosa termodifikasi, yang terdiri dari dua jenis
: asetat dan triasetat. Serat ini berbeda dari serat selulosa sintetis (rayon) baik dalam
komposisi kimia maupun proses produksinya. Sifat pembeda yang mencolok adalah bahwa serat rayon memiliki sifat yang mirip
dengan serat selulosa, sedangkan serat asetat memiliki sifat yang lebih mendekati serat sintetis kimiawi. Serat asetat
mengacu pada serat yang dihasilkan dari selulosa asetat.
Sifat-Sifat Kain Asetat
Sifat Fisik Serat
Serat asetat adalah polimer yang terdiri dari submolekul Selulosa Asetat, dengan Derajat Polimerisasi 350-400
1. Bentuk
Di bawah mikroskop, tampilan memanjang menunjukkan tepi paralel dengan garis-garis panjang yang berjalan sejajar dengan tepinya.
Penampang melintangnya tidak bulat, tampak berumbai atau bergerigi di sekelilingnya.
2. Kekuatan Tarik
Asetat memiliki kekuatan tarik yang relatif rendah dibandingkan jenis serat lainnya, yaitu
kekuatan tarik 1,2-1,5 gram per denier. Saat basah, kekuatan tarik turun menjadi hanya 0,9 gram per denier.
3. Elastisitas
Serat asetat memiliki Pemulihan Elastis sebesar 100% saat diregangkan
hanya 1%, dan nilai ini menurun secara bertahap seiring diregangkan lebih jauh. Misalnya, jika diregangkan 4%, nilai Pemulihan
Elastis turun menjadi hanya 48-65%.
4. Penyerapan Kelembapan
Serat ini dapat menyerap kelembapan pada kondisi standar 6,5, dan dalam udara kering dapat menimbulkan listrik statis.
5. Ketahanan Panas
Karena serat asetat termasuk dalam kelompok
serat termoplastik, jika terkena panas di atas 177°C, serat akan melunak dan meleleh menjadi cairan
yang mirip plastik. Pada suhu yang lebih tinggi, serat akan terbakar, meninggalkan abu hitam yang keras dan bulat dengan bau yang menyerupai cuka.
Jika serat terkena sinar matahari dalam waktu lama, kekuatannya akan menurun.
6. Daya Lenting
Kain asetat memiliki sifat daya lenting yang baik—kainnya tidak mudah kusut dan dapat dilipat secara permanen.
Sifat Kimia Serat
Asam pekat berbahaya bagi serat asetat, mengurangi kekuatannya dan
menyebabkannya putus. Sebaliknya, basa (alkali) menyebabkan serat kehilangan berat dan kelembutannya.
Asetat larut dalam asetat fenol dan kloroform, serta tidak tahan terhadap pemutih klorin,
karena dapat merusak warna hasil pencelupan dan mengurangi kekuatan serat. Jika diperlukan pemutihan, gunakan
Pemutih Oksigen (H2O2) sebagai gantinya.
Sifat Biologis Serat
Karena sifatnya sangat mendekati serat sintetis, serat ini memiliki ketahanan yang baik terhadap ngengat, serangga, dan jamur.

