Free delivery in Thailand on orders over ฿1,200 · Made local, delivered with care
Ruedee.com
Akrilik

Akrilik

Sejarah Serat Akrilik

Serat akrilik adalah nama umum untuk serat sintetis yang merupakan jenis kedua yang dikembangkan oleh DuPont, meskipun awalnya belum bisa dibuat menjadi serat. Barulah kemudian, ketika berbagai serat sintetis lain telah bermunculan, serat akrilik diproduksi dan dipasarkan dengan nama dagang Orlon. Perusahaan lain juga memproduksi serat akrilik, seperti Acrilan buatan Celanese, dan Verel buatan Eastman—serat-serat yang memiliki komposisi dasar yang sama tetapi berbeda dalam proses pembuatannya. Akrilik adalah serat sintetis yang terdiri dari polimer dengan setidaknya 85% akrilonitril berdasarkan berat, bersama dengan vinil sianida. Setelah terbentuk menjadi polimer, bahan ini harus dilarutkan dalam dimetilformamida agar dapat dibuat menjadi serat, kemudian diekstrusi menjadi filamen. Setelah pelarutnya menguap, diperolehlah serat akrilik.

 

Sifat-Sifat Serat Akrilik

1. Bentuk Serat
    Di bawah mikroskop, dilihat memanjang, serat tampak tembus cahaya dan tidak berpilin, dengan bintik-bintik hitam kecil tersebar di seluruh permukaannya. Dilihat pada penampang melintang, bentuknya bervariasi menurut jenisnya—misalnya, Acrilan berbentuk cukup bulat, Orlon menyerupai dumbbell, dan Zefran berbentuk bulat dengan titik-titik kecil tersebar di seluruh permukaan, yang merupakan pigmen yang ditambahkan untuk mengurangi kilau.
2. Kekuatan Tarik
    Kekuatan tarik bervariasi menurut jenisnya. Saat kering, serat memiliki kekuatan tarik sekitar 2-4 gram per denier; saat basah, kekuatan tarik menurun. Meski tidak terlalu tinggi, kekuatan tariknya masih cukup baik untuk digunakan secara praktis.
3. Elastisitas
    Elastisitas bervariasi menurut jenisnya, umumnya berkisar antara 20-55%. Saat basah, serat dapat meregang lebih jauh dibandingkan saat kering.
4. Penyerapan Kelembapan
    Penyerapan kelembapan rendah, sekitar 1-25% pada kondisi standar.
5. Ketahanan Panas
    Serat akrilik termasuk dalam kelompok serat termoplastik dan tidak boleh disetrika pada suhu di atas 325F, karena dapat menyebabkan warna kain memudar dan menguning, serta seratnya meleleh menjadi gumpalan lengket seperti karet. Serat ini terbakar dengan nyala api kuning, meninggalkan abu hitam yang keras dan bulat yang tidak hancur saat ditekan.
6. Daya Tahan Bentuk
    Memiliki daya tahan bentuk yang baik dan tidak mudah kusut.

 

Sifat Kimia Serat

    Serat ini tahan baik terhadap basa lemah; basa kuat menyebabkan serat melemah dan putus. Serat ini juga tahan baik terhadap asam mineral encer dan asam organik; asam pekat mengurangi kekuatan tarik serat dan dapat melarutkannya. Pelarut organik yang digunakan untuk pembersihan dalam pencucian dan penghilangan noda dapat digunakan pada semua jenisnya.

Sifat Biologis Serat

    Tahan baik terhadap jamur, serangga, dan bakteri umum.

Serat Akrilik dan Kegunaan Praktisnya

    Serat akrilik mudah dirawat dan ringan. Ketika ditenun menjadi kain, serat ini menghasilkan kain bertekstur lembut yang memberikan kehangatan mirip serat wol hewan, sehingga sering dicampur dengan wol hewan untuk membuat kain bulu palsu (faux-fur), seperti selimut, karpet, dan mantel musim dingin.

    Namun, karena serat akrilik memiliki penyerapan kelembapan yang rendah, kain akrilik menimbulkan listrik statis, sehingga terasa tidak nyaman saat dikenakan. Kain ini dapat dibersihkan dengan cara dicuci basah maupun dry cleaning; air panas tidak boleh digunakan untuk mencuci, dan kainnya tidak boleh direbus, karena akan menyebabkannya menyusut dan kehilangan bentuknya. Kain akrilik dijual dengan beberapa nama dagang, seperti Orlon, Acrilan, Zefran, dan Creslan.

 

แชร์หน้านี้ให้เพื่อน: