Serat Azlon
Serat Azlon adalah nama generik yang digunakan untuk serat protein sintetis, atau serat yang dibuat dari protein alami hasil regenerasi (Regenerated Protein). Azlon belum banyak mendapat perhatian dan tidak diproduksi dalam jumlah besar.
Karakteristik serat protein sintetis ini menyerupai wol, tetapi tidak sekuat wol dalam hal daya tahan. Serat ini memberikan kehangatan dan kelembutan, serta sangat cocok dicampur dengan wol atau jenis serat lain untuk meningkatkan kelembutan dan mengurangi pilling pada permukaan kain. Serat ini menyerap zat warna dengan baik dan tahan terhadap ngengat serta jamur, namun kelemahannya adalah kekuatannya rendah, daya pulih dari lipatan buruk, kohesi rendah, dan ketahanannya terhadap alkali serta zat pemutih rendah.
Produksi dari whey susu dilakukan dengan menggunakan mesin untuk memisahkan krim dari susu, sehingga menyisakan Skimmed Milk (susu skim). Krim yang telah dipisahkan kemudian dipanaskan hingga suhu 40 derajat Celsius, dan asam ditambahkan untuk menggumpalkan protein menjadi gumpalan padat, yang kemudian dicuci untuk menghilangkan asam dan garam, lalu dikeringkan. Protein yang menggumpal ini mengandung Casein (100 pon susu menghasilkan sekitar 3 pon Casein). Kemudian dicampur menjadi massa yang seragam, dicampur ke dalam larutan alkali berupa soda kaustik 2,7% terhadap berat casein, dibersihkan, dan diekstrusi menjadi serat, dengan melewatkannya ke dalam bak berisi 100 bagian air, 2 bagian asam sulfat, 5 bagian formaldehida, dan 20 bagian glukosa. Metode ini disebut Acetylation, yang memberikan ketahanan serat terhadap air panas dan mencegahnya memiliki bau yang menyerupai keju atau susu. Serat yang dihasilkan dipotong menjadi panjang pendek, kira-kira seukuran serat wol, dan dikeriting agar menyerupai wol.
Sifat serat azlon berbasis casein adalah memberikan kehangatan dan sangat lembut, dengan kekuatan rendah hanya 0,8-1 gram per denier, yang menurun lebih jauh saat basah. Sifat kimianya menyerupai serat protein alami.
Serat ini juga bisa disebut Selulosa Asetat, yang termasuk dalam keluarga serat selulosa termodifikasi, yang terdiri dari dua jenis: asetat dan triasetat. Serat ini berbeda dari serat selulosa sintetis
Serat akrilik adalah nama umum untuk serat sintetis yang merupakan jenis kedua yang dikembangkan oleh DuPont, meskipun awalnya belum bisa dibuat menjadi serat. Barulah kemudian, ketika